Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan menyiapkan tiga program studi unggulan yang rencananya akan dibuka pada tahun 2024. Langkah strategis ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang Unpar untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan IKN sebagai pusat peradaban baru Indonesia.
Rektor Unpar, Prof. Dr. Tri Basuki Joewono, dalam konferensi pers yang diadakan di Kampus Unpar Bandung pada hari Rabu, 10 Januari 2024, menyampaikan bahwa ketiga program studi tersebut telah melalui kajian mendalam dan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan IKN serta potensi wilayah Kalimantan Timur. Meskipun rincian nama ketiga program studi belum diumumkan secara resmi, beliau memastikan bahwa kurikulum yang ditawarkan akan memiliki keunggulan kompetitif dan relevan dengan tantangan masa depan.
Lebih lanjut, Prof. Tri Basuki menjelaskan bahwa pembukaan program studi di IKN ini juga sejalan dengan visi Unpar untuk menjadi universitas yang adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman. Kehadiran Unpar di IKN diharapkan dapat menjadi magnet bagi talenta-talenta muda dari berbagai daerah untuk menimba ilmu dan berkontribusi dalam pembangunan negara. Selain itu, kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku industri di sekitar IKN, juga tengah dijajaki untuk memastikan lulusan memiliki daya serap yang tinggi di dunia kerja.
Persiapan infrastruktur kampus Unpar di IKN juga terus berjalan sesuai rencana. Berdasarkan laporan dari Tim Pengembangan Kampus IKN Unpar yang disampaikan pada tanggal 27 Februari 2025, pembangunan tahap awal yang meliputi gedung perkuliahan dan fasilitas penunjang lainnya telah mencapai tahap finalisasi desain. Diharapkan, proses pembangunan fisik dapat segera dimulai setelah perizinan terkait rampung. Kehadiran tiga program studi perdana ini menjadi langkah awal yang penting bagi Unpar dalam mewujudkan kontribusi nyata di IKN Nusantara.
Informasi tambahan: Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur per tanggal 5 Maret 2025, kebutuhan akan tenaga ahli di bidang teknologi dan pembangunan infrastruktur di wilayah IKN diperkirakan akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
