Industri kreatif digital telah menjadi salah satu sektor ekonomi paling potensial di masa kini, membuka peluang karier baru yang tidak terbayangkan satu dekade lalu. Menyadari pergeseran tren ini, SMAN 1 Jember mengambil langkah berani dengan melakukan Transformasi pada kurikulum ekstrakurikuler mereka, yakni dengan mendirikan pusat pelatihan bagi para pembuat konten muda. Sekolah ini berupaya memfasilitasi minat besar siswa terhadap dunia media sosial, video editing, dan penyiaran digital agar tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi menjadi kreator yang produktif, beretika, dan memiliki nilai jual tinggi di pasar global yang semakin kompetitif.
Proses Transformasi ini melibatkan penyediaan fasilitas yang mumpuni, menyerupai studio produksi profesional di lingkungan sekolah. SMAN 1 Jember menyediakan ruang kedap suara, perangkat kamera berkualitas tinggi, hingga komputer dengan spesifikasi khusus untuk kebutuhan penyuntingan video kelas berat. Di tempat ini, siswa tidak hanya belajar cara mengambil gambar yang indah, tetapi juga diajarkan strategi manajemen konten, teknik penceritaan atau storytelling, hingga pemahaman mengenai algoritma berbagai platform media sosial. Kurikulum pelatihan ini dirancang secara sistematis agar siswa dapat menghasilkan karya yang memiliki pesan moral kuat namun tetap dikemas secara menarik dan tidak membosankan bagi audiens.
Selain aspek teknis, pusat pelatihan ini juga memberikan penekanan luar biasa pada literasi digital dan etika berkomunikasi. Dalam proses Transformasi menjadi kreator konten, siswa diajarkan pentingnya menghargai hak cipta, menghindari penyebaran hoaks, serta cara merespons kritik di ruang digital dengan bijak. SMAN 1 Jember ingin memastikan bahwa konten yang dihasilkan oleh siswanya mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Dengan bimbingan dari para praktisi industri yang diundang secara berkala, siswa mendapatkan wawasan mengenai cara membangun personal branding yang kuat namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kesantunan dan kejujuran sebagai pelajar.
Kegiatan di pusat pelatihan ini juga mendorong lahirnya semangat kewirausahaan di kalangan siswa. Banyak dari mereka yang mulai mampu mengelola kanal digital secara profesional hingga mendapatkan kerja sama dengan berbagai pihak luar. Transformasi ini memberikan pembuktian bahwa keterampilan digital yang diasah dengan benar dapat menjadi sumber penghasilan yang mandiri bagi siswa sejak usia sekolah.
