Kabupaten Jember tidak hanya terkenal dengan festival busana internasionalnya, tetapi juga memiliki sebuah permata arsitektur yang tersimpan di jantung kotanya. Belakangan ini, publik dihebohkan dengan kabar bahwa SMAN 1 Jember sering kali dilirik oleh para produser kreatif untuk dijadikan sebagai lokasi syuting film maupun video klip. Hal ini tentu bukan tanpa alasan yang kuat. Keindahan visual yang ditawarkan oleh bangunan sekolah ini mampu memberikan atmosfer sinematik yang kuat, yang sulit ditemukan di sekolah-sekolah modern saat ini. Mari kita mencoba untuk intip keindahan dari setiap sudut bangunan tersebut dan memahami mengapa arsitektur sekolahnya dianggap memiliki nilai estetika dan sejarah yang sangat tinggi.
Gaya arsitektur SMAN 1 Jember merupakan perpaduan harmonis antara nuansa kolonial klasik dengan sentuhan tropis yang khas. Bangunan utamanya yang masih mempertahankan keaslian desain lama memberikan kesan megah dan berwibawa. Jendela-jendela besar dengan kusen kayu jati yang kokoh tidak hanya berfungsi sebagai ventilasi udara yang sangat baik, tetapi juga menjadi elemen estetis yang mempercantik fasad bangunan. Saat sinar matahari pagi masuk melalui celah-celah jendela tersebut, tercipta permainan cahaya dan bayangan yang sangat dramatis, yang merupakan impian bagi setiap pengarah sinematografi untuk mendapatkan gambar yang estetik tanpa banyak manipulasi cahaya buatan.
Keindahan sekolah ini tidak hanya berhenti pada bangunan utamanya saja. Koridor-koridor panjang dengan lantai ubin bermotif klasik membawa siapa saja yang berjalan di sana seolah kembali ke masa lalu. Kebersihan yang selalu terjaga serta penataan taman sekolah yang asri menambah kesejukan di lingkungan pendidikan ini. Area tengah yang biasanya berupa lapangan terbuka atau taman sering kali menjadi fokus utama dalam pengambilan gambar karena mampu memberikan kedalaman ruang (depth of field) yang bagus bagi kamera. Pohon-pohon rindang yang telah berusia puluhan tahun yang tumbuh di area sekolah memberikan kesan rindang sekaligus melindungi bangunan dari panasnya terik matahari, menciptakan suasana belajar yang sangat nyaman bagi para siswa.
Selain estetika bangunan, nilai sejarah yang melekat pada dinding-dinding SMAN 1 Jember juga memberikan “nyawa” tersendiri bagi lokasi syuting film ini. Para sineas sering kali mencari tempat yang memiliki karakter kuat untuk memperkuat narasi cerita mereka, dan sekolah ini memilikinya secara alami. Setiap sudut ruangan seolah memiliki cerita untuk dikisahkan, mulai dari ruang kelas yang legendaris hingga aula besar yang sering digunakan untuk pertemuan penting. Keaslian elemen-elemen interior seperti pintu, langit-langit, hingga detail kecil pada gagang pintu masih sangat terawat, menunjukkan betapa besarnya kepedulian warga sekolah terhadap kelestarian warisan fisik mereka.
