Menjaga kelestarian alam bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang memerlukan keterlibatan banyak pihak. SMAN 1 Jember, melalui inisiatif lingkungan yang dipimpin oleh para siswanya, berhasil menciptakan sebuah gerakan sistematis dalam rekrutmen warga untuk bergabung menjadi “Relawan Hijau”. Program ini fokus pada aksi penanaman pohon di sepanjang bantaran sungai dan area gersang desa, dengan prosedur yang dibuat sedemikian rupa agar masyarakat merasa antusias untuk berkontribusi langsung bagi bumi.
Prosedur rekrutmen ini dimulai dengan sosialisasi yang dilakukan secara pintu ke pintu (door-to-door). Para siswa tidak hanya menyebarkan pamflet, tetapi melakukan dialog santai dengan warga di sore hari. Mereka menjelaskan manfaat jangka panjang dari penanaman pohon, seperti pencegahan erosi tanah, penyediaan air tanah yang lebih bersih, dan pengurangan suhu udara di desa saat siang hari. Dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan tidak menggurui, siswa berhasil membangun kesadaran kolektif bahwa menanam satu pohon hari ini adalah investasi masa depan bagi anak cucu mereka.
Setelah mendapatkan komitmen awal, langkah rekrutmen dilanjutkan dengan pengorganisasian kelompok berdasarkan wilayah RT atau dusun. Setiap kelompok dipimpin oleh satu siswa sebagai koordinator lapangan yang bertugas memberikan panduan teknis cara menanam dan merawat pohon. Prosedur ini dibuat agar warga merasa memiliki tanggung jawab atas pohon yang mereka tanam. Siswa SMAN 1 Jember memastikan bahwa jenis bibit yang diberikan adalah tanaman endemik atau pohon buah yang sesuai dengan karakteristik tanah di daerah tersebut, sehingga tingkat keberhasilan tumbuh pohon menjadi lebih tinggi.
Salah satu aspek menarik dari rekrutmen ini adalah sistem apresiasi yang diberikan kepada para relawan. Meski dilakukan secara sukarela, siswa membuat program “Pohon Adopsi”, di mana nama relawan dicantumkan pada label kayu di dekat pohon yang mereka tanam. Langkah kecil ini ternyata memberikan kebanggaan tersendiri bagi warga, terutama bagi anak-anak desa yang akhirnya tertarik untuk turut serta. Dengan melibatkan semua generasi—dari anak-anak hingga lansia—gerakan menanam pohon ini menjadi ajang silaturahmi warga yang sangat menyenangkan.
