Kegiatan kunjungan industri ini diikuti oleh ratusan siswa dengan antusiasme yang tinggi. Lokasi yang dipilih adalah pusat penelitian dan pengolahan komoditas yang memiliki standar internasional. Di sana, para siswa diajak melihat seluruh rantai produksi, mulai dari pemilihan bibit unggul, proses penanaman, hingga tahap pascapanen yang rumit. Pengalaman melihat langsung mesin-mesin industri bekerja dan berinteraksi dengan para ahli di bidangnya memberikan perspektif baru yang tidak mungkin didapatkan hanya dari membaca buku teks biologi atau ekonomi di sekolah.
Fokus utama dari kunjungan kali ini adalah pengolahan kopi yang menjadi kebanggaan daerah tersebut. Siswa belajar bahwa sebutir kopi memerlukan proses yang sangat panjang untuk bisa dinikmati di cangkir. Mereka mempelajari teknik pemilahan biji kopi secara manual dan mekanis, proses fermentasi yang terkontrol, hingga teknik sangrai (roasting) yang menentukan cita rasa akhir. Dengan memahami kerumitan proses ini, siswa diharapkan dapat menghargai kerja keras para petani dan inovasi para insinyur pertanian yang terus mengembangkan kualitas hasil bumi Indonesia.
Melalui kegiatan ini, SMA 1 Jember juga ingin menanamkan jiwa kewirausahaan berbasis potensi daerah kepada para siswanya. Mereka diberikan gambaran bagaimana sebuah komoditas mentah dapat ditingkatkan nilai tambahnya melalui proses industri yang tepat. Siswa diajak berdiskusi tentang peluang ekspor, branding produk, hingga manajemen limbah industri yang ramah lingkungan. Hal ini memicu pemikiran kritis di kalangan pelajar tentang bagaimana mereka bisa berkontribusi bagi kemajuan ekonomi Jember di masa depan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang mereka miliki.
Interaksi langsung dengan para praktisi industri memberikan motivasi tersendiri bagi siswa untuk lebih serius dalam belajar. Mereka melihat sendiri bagaimana ilmu kimia digunakan dalam pengujian laboratorium kualitas biji kopi, atau bagaimana ilmu matematika dan fisika diterapkan dalam pengoperasian mesin industri. Keterkaitan antara materi pelajaran di kelas dengan realitas di lapangan membuat motivasi belajar siswa meningkat secara signifikan. Mereka kini memiliki gambaran nyata tentang bidang pekerjaan yang mungkin akan mereka geluti setelah lulus nanti.
