Tantangan kekeringan pada lahan pertanian mendorong para siswa SMAN 1 Jember menciptakan hidrogel organik berbahan dasar pati singkong lokal. Polimer alami ini berfungsi menyerap dan menyimpan cadangan air di dalam tanah secara optimal. Inovasi pertanian ramah lingkungan ini melengkapi riset aman tanpa kimia siswa yang berhasil meracik biopestisida daun mimba.
Pembuatan kristal penampung air dilakukan melalui proses polimerisasi silang antara pati singkong dan senyawa asam organik yang aman. Struktur gel yang dihasilkan memiliki daya serap tinggi hingga ratusan kali lipat dari berat aslinya. Ketika dimasukkan ke dalam tanah, gel akan melepaskan kelembaban secara perlahan saat kondisi kering.
Penggunaan inovatif hidrogel organik terbukti menjaga ketersediaan air bagi perakaran tanaman dalam jangka waktu lebih lama. Langkah ini efisien mengurangi frekuensi penyiraman di daerah yang mengalami krisis pasokan air. Sifatnya yang mudah terurai menjadikan bahan ini tidak merusak ekosistem tanah.
Sintesis material hidrogel organik mendidik peserta didik memahami prinsip kimia polimer dan konservasi sumber daya alam. Siswa melatih keterampilan eksperimen laboratorium mulai dari pengolahan bahan mentah hingga uji kapasitas retensi air. Pengalaman ini memperkuat teori sains yang dipelajari di kelas.
Produk hemat air ini berpotensi besar diterapkan pada tanaman hortikultura dan penghijauan di wilayah berlahan kering. Biaya produksi yang relatif murah memberikan kemudahan bagi para petani lokal untuk mengadopsi teknologi ini. Siswa terus melakukan uji coba lapangan guna menyempurnakan formula.
Terobosan dari SMAN 1 Jember ini menunjukkan kontribusi ilmu pengetahuan sekolah menengah dalam mengatasi dampak perubahan iklim. Pemanfaatan komoditas lokal menjadi produk bernilai guna tinggi dapat menjadi solusi nyata bagi pertanian. Riset ini mempertegas komitmen sekolah pada inovasi berkelanjutan.
