Pemanfaatan lahan kosong di lingkungan sekolah dan rumah menjadi sarana efektif edukasi lingkungan hidup bagi para siswa. Pengajar membimbing Tanaman Hortikultura seperti sayuran daun, buah, dan tanaman hias agar tumbuh subur dan produktif di pekarangan. Siswa mempelajari teknik penyiapan media tanam yang gembur, pemupukan organik teratur, serta tata cara penyiraman tanaman yang benar. Kegiatan praktikum ini bertujuan menumbuhkan kepedulian lingkungan, kesabaran, serta pengetahuan budidaya pertanian pada diri peserta didik.
Siswa diajarkan cara mengendalikan hama dan penyakit tanaman menggunakan pestisida nabati yang aman bagi kesehatan lingkungan sekitar. Perawatan rutin Tanaman Hortikultura mencakup pemangkasan daun kering, pembersihan gulma pengganggu, serta pemantauan pencahayaan sinar matahari harian. Pendidik mendampingi peserta didik dalam mengamati setiap fase pertumbuhan tanaman dari bentuk benih hingga siap dipanen. Pengamatan berkala dicatat secara rapi di dalam buku jurnal praktikum biologi milik masing-masing siswa.
Saat musim panen tiba, siswa memetik hasil budidaya sayur dan buah yang segar langsung dari pekarangan sekolah. Hasil panen Tanaman Hortikultura dikemas dengan rapi dan dibagikan kepada warga sekolah atau dipasarkan pada kegiatan sekolah. Keberhasilan memanen tanaman memberikan rasa puas dan bangga atas kerja keras pemeliharaan yang dilakukan selama beberapa bulan. Pengalaman langsung ini memperkuat pemahaman siswa mengenai konsep biologi terapan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan praktikum hijau ini terbukti efektif membentuk sikap peduli lingkungan, rasa tanggung jawab, serta kemandirian siswa. Murid-murid menjadi lebih memahami pentingnya menjaga penghijauan lingkungan demi kelestarian ekosistem dan ketersediaan pangan sehat. Pembiasaan merawat tanaman melatih kesabaran serta ketelitian peserta didik saat mengamati perkembangan makhluk hidup di sekitarnya. Kerjasama dalam kelompok tani sekolah mempererat tali persahabatan dan komunikasi antar siswa.
Sekolah berkomitmen terus mengembangkan kebun sekolah sebagai sarana laboratorium alam yang edukatif dan menyehatkan bagi siswa. Penyediaan bibit unggul, pupuk organik, dan alat-alat pertanian modern mendukung kenyamanan proses praktikum siswa setiap minggu. Generasi muda yang mencintai lingkungan hidup siap dibentuk melalui pembinaan pertanian praktis yang berkesinambungan ini. Lingkungan sekolah yang hijau dan asri menciptakan suasana belajar yang sangat kondusif.
