Pestisida organik cair berbahan dasar ekstraksi daun tembakau lokal berhasil dikembangkan oleh kelompok siswa pertanian di Jember, Jawa Timur. Inovasi ramah lingkungan ini diciptakan sebagai solusi alternatif untuk menggantikan penggunaan pestisida kimia sintetis yang berpotensi merusak kesuburan tanah dan meninggalkan residu beracun pada tanaman sayuran. Memanfaatkan kandungan nikotin alami yang terdapat pada limbah daun tembakau Jember, pembasmi hama alami ini efektif mengendalikan serangan hama kutu daun dan ulat perusak tanaman secara aman.
Proses pembuatan ekstraksi pestisida ramah lingkungan ini diawali dengan merendam rajangan daun tembakau kering ke dalam air hangat selama 24 jam untuk melarutkan senyawa nikotin alaminya. Para siswa Jember kemudian menambahkan larutan sabun batangan alami sebagai zat perekat agar cairan pestisida dapat menempel dengan baik pada permukaan daun tanaman saat disemprotkan. Seluruh proses pembuatan dilakukan secara teliti di laboratorium sekolah dengan menguji tingkat konsentrasi larutan yang paling efektif membunuh hama tanpa merusak daun tanaman.
Uji coba aplikasi pestisida organik buatan siswa ini dilakukan pada tanaman cabai dan terung di kebun percontohan sekolah Jember dengan hasil yang sangat memuaskan. Hama pengganggu tanaman terbukti menghindar dan populasi kutu daun menurun drastis hanya dalam kurun waktu beberapa hari setelah penyemprotan rutin. Selain efektif mengusir hama serangga, produk pembasmi hama alami ini aman bagi mikroorganisme tanah serta tidak meninggalkan residu racun berbahaya sehingga hasil panen sayuran lebih sehat untuk dikonsumsi.
Inovasi pemanfaatan potensi pertanian tembakau lokal Jember ini mendapat apresiasi tinggi dari para petani dan dinas pertanian setempat. Para siswa diajak mendemonstrasikan cara pembuatan ramuan pestisida alami ini dalam pertemuan kelompok tani desa sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Edukasi ini membantu petani mengurangi ketergantungan dan biaya pembelian obat-obatan kimia pertanian yang makin mahal di pasaran, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem lahan tanah pertanian.
Ke depan, para siswa berencana memproduksi pestisida alami daun tembakau ini dalam kemasan botol praktis yang siap pakai bagi masyarakat pecinta tanaman hias perkotaan. Proyek ini membuktikan bahwa riset sains tingkat sekolah dapat menghasilkan produk nyata yang mendukung gerakan pertanian berkelanjutan. Melalui inovasi pestisida organik tembakau ini, pelajar Jember berhasil memadukan kearifan komoditas lokal dengan teknologi pertanian hijau yang ramah lingkungan dan kaya manfaat nyata.
